
Apa Itu Setting Boundaries? Bukan Menjauh, Tapi Bentuk Self-Respect
Pernah dalam situasi merasa capek sama orang, tapi bingung kenapa? Atau merasa enggak enakan buat nolak, padahal hati kamu enggak “sreg”? Bisa jadi masalahnya bukan di orang lain, tapi karena kamu belum punya boundaries yang jelas.
Setting boundaries bukan berarti jadi egois atau jutek, tapi soal menjaga diri sendiri biar tetap sehat secara mental dan emosional. Nah, biar enggak salah paham, yuk pahami apa itu setting boundaries, kenapa penting, dan gimana cara menerapkannya di kehidupan sehari-hari.
Baca juga: Gak Musuhan, Ini Makna Low Maintenance Friendship dan Tips Menjaganya!
Apa Itu Setting Boundaries?

Sederhananya, boundaries atau batasan adalah standar yang kamu tetapkan untuk memberikan jarak antara dirimu dengan orang lain atau situasi tertentu. Menurut Psalm McDaniels, seorang terapis, boundaries adalah batasan yang kamu buat untuk dirimu sendiri mengenai bagaimana kamu ingin diperlakukan.
Bayangkan boundaries itu seperti pagar rumah yang punya pintu gerbang. Kamu yang pegang kuncinya. Kamu berhak menentukan siapa yang boleh masuk, siapa yang harus tetap di luar, dan kapan gerbang itu harus dikunci rapat. Tujuannya bukan buat mutusin hubungan, tapi justru buat bikin hubungan itu lebih sehat, transparan, dan penuh rasa hormat.
Dilansir dari Wondermind, boundaries berfungsi sebagai kompas personal untuk menjaga keamanan emosional dan fisik. Tanpa batasan yang jelas, kamu bakal rentan kena masalah kayak miskomunikasi, ketergantungan (kodependensi), rasa kesal yang dipendam, sampai burnout.
Kenapa Setting Boundaries Itu Penting?

Tanpa boundaries, kamu bisa gampang kelelahan secara mental. Kamu mungkin sering mengalah, mendahulukan orang lain, atau memendam rasa enggak nyaman demi “jaga perasaan”. Lama-lama, hal ini bisa berubah jadi rasa kesal, capek, bahkan burnout.
Dilansir dari UC Davis Health, boundaries penting untuk menjaga kesehatan mental karena membantu kita menciptakan hubungan yang seimbang dan saling menghargai. Dengan batasan yang jelas, kebutuhan kamu lebih terpenuhi dan risiko konflik jadi lebih kecil.
Beberapa manfaat setting boundaries antara lain:
- Mengurangi stres dan rasa tertekan
- Mencegah rasa kesal yang dipendam
- Membantu menjaga work-life balance
- Membuat hubungan jadi lebih sehat dan jujur
- Melindungi energi dan waktu kamu
Baca juga: Cara Agar Pikiran Lebih Tenang Saat Overstressed dan Anxious di Tengah Situasi Penuh Tekanan
Kenapa Kita Sering Takut Setting Boundaries?

Buat kamu yang sering merasa cemas (anxious), topik ini pasti bikin deg-degan. Dilansir dari Therapy In a Nutshell, orang dengan kecemasan sering terjebak dalam dilema: mau pasang batasan tapi takut bikin orang lain marah, tapi kalau enggak pasang batasan, malah diri sendiri yang makin stres.
Ada beberapa keyakinan salah yang sering bikin kita gagal pasang boundaries:
- Mikir kalau bilang “enggak” itu jahat: Padahal, menyenangkan semua orang itu mustahil. Menolak sesuatu bukan berarti kamu enggak sopan, itu artinya kamu jujur sama kapasitas dirimu.
- Mikir kalau boundaries itu buat ngatur orang lain: Salah besar! Kamu enggak bisa kontrol perilaku orang lain, tapi kamu bisa kontrol apa yang kamu izinkan masuk ke hidupmu.
- Nunggu sampai “berani” baru bertindak: Boundaries itu harus dilatih. Jangan nunggu rasa cemasnya hilang baru mau bilang “enggak”. Lakukan aja meskipun tangan sedikit gemetar.
Jenis-Jenis Boundaries yang Perlu Kamu Tahu

Boundaries itu bukan cuma soal bilang “enggak”. Ada beberapa jenis boundaries yang sering kita temui dalam kehidupan sehari-hari.
1. Emotional Boundaries
Batasan untuk melindungi perasaan dan kesehatan emosional kamu. Contohnya, kamu memilih enggak ikut campur drama orang lain atau menolak jadi “tempat curhat” setiap saat.
2. Physical Boundaries
Berkaitan dengan ruang dan sentuhan fisik. Misalnya, kamu enggak nyaman dipeluk orang yang baru dikenal dan lebih memilih jabat tangan.
3. Sexual Boundaries
Tentang kenyamanan, persetujuan, dan keamanan dalam hubungan intim. Kamu berhak bilang enggak pada hal yang bikin kamu enggak nyaman, tanpa harus merasa bersalah.
4. Workplace Boundaries
Batasan antara urusan kerja dan kehidupan pribadi, seperti enggak membalas chat kantor di luar jam kerja.
5. Time Boundaries
Melindungi waktu kamu agar enggak disalahgunakan. Misalnya, membatasi jadwal nongkrong atau menolak ajakan mendadak yang mengganggu agenda kamu.
6. Material Boundaries
Tentang barang pribadi, seperti memutuskan siapa yang boleh meminjam barang kamu dan siapa yang enggak.
Tanda-Tanda Boundaries Kamu Bermasalah

Ternyata, batasan itu enggak boleh terlalu lembek, tapi juga enggak boleh terlalu kaku. Ini cara bedainnya menurut para ahli di Wondermind:
1. Terlalu Lembek (Flimsy)
Kalau kamu tipe people pleaser, batasanmu mungkin terlalu tipis. Akibatnya, orang lain bakal terus-terusan melanggar aturanmu karena mereka enggak tahu di mana garis batasnya. Kamu bakal merasa dimanfaatin, lelah secara mental, dan akhirnya membenci orang tersebut secara diam-diam.
2. Terlalu Kaku (Rigid)
Di sisi lain, ada orang yang pasang tembok terlalu tinggi. Semua orang dijauhkan, enggak ada kompromi, dan akhirnya malah jadi kesepian. Batasan yang terlalu kaku biasanya muncul karena rasa takut disakiti atau ingin balas dendam. Ingat, boundaries itu tujuannya buat koneksi yang sehat, bukan buat mengisolasi diri.
3. Pas (The Sweet Spot)
Batasan yang ideal itu jelas, tegas, tapi tetap manusiawi. Kamu tahu kapan harus bilang “enggak” tapi tetap terbuka buat diskusi yang konstruktif.
Kapan Kamu Perlu Setting Boundaries?

Jawabannya: kapan pun kamu merasa enggak nyaman, tertekan, atau dilewati batasnya. Boundaries bisa diterapkan di berbagai situasi, dengan teman, pasangan, keluarga, bahkan rekan kerja.
Dilansir dari Wondermind, boundaries sangat berguna saat kamu merasa kebutuhan atau identitas kamu enggak dihargai. Misalnya, ketika seseorang terus memaksakan pendapat, melontarkan komentar sensitif, atau melewati batas privasi kamu.
Penting untuk diingat, boundaries bukan alat untuk menghindari konflik sepenuhnya. Boundaries justru membantu kamu menghadapi situasi sulit dengan cara yang lebih sehat dan saling menghargai
Baca juga: Waspadai Burnout Syndrome! Ini 3 Cara Mengatasi Stres di Tempat Kerja
3 Cara Setting Boundaries Anti Gagal

Kalau kamu bingung gimana cara mulainya, ikuti 3 langkah praktis dari Therapy In a Nutshell ini:
Langkah 1: Buat Permintaan (Make a Request)
Mulai dengan cara yang sopan tapi langsung. Gunakan kalimat “I” (Saya) biar enggak terkesan menyerang.
- Contoh: “Aku lagi fokus banget nih, tolong jangan berisik dulu ya.” atau “Maaf, aku enggak bisa pinjemin uang sekarang karena ada keperluan lain.”
Langkah 2: Gunakan Kalimat JIKA-MAKA (If-Then)
Kalau permintaanmu diabaikan, saatnya lebih tegas. Fokus pada apa yang AKAN KAMU LAKUKAN, bukan apa yang harus mereka lakukan.
- Contoh: “Kalau kamu terus teriak-teriak, aku bakal tutup teleponnya/pergi dari ruangan ini.”
- Contoh di kantor: “Kalau ada meeting di atas jam 6 sore, aku enggak bakal join karena itu waktu istirahatku.”
Langkah 3: Tetap Konsisten
Ini bagian tersulit tapi paling penting. Kalau kamu sudah bilang bakal pergi kalau mereka teriak, ya beneran pergi pas mereka teriak. Kalau kamu enggak konsisten, orang lain bakal mikir kalau batasanmu itu cuma gertakan doang.
Pentingnya Boundaries untuk Kesehatan Mental

Menetapkan batasan itu bukan soal egois, tapi soal self-care. Saat kamu bilang “enggak” pada hal yang bikin kamu stres, sebenarnya kamu lagi bilang “ya” pada dirimu sendiri. Kamu memberikan ruang untuk istirahat, hobi, dan orang-orang yang beneran memberikan energi positif.
Buat kamu Gen Z yang hidup di era informasi yang enggak ada habisnya, boundaries terhadap media sosial dan pekerjaan itu krusial banget buat mencegah burnout. Jangan sampai baterai mentalmu habis cuma karena enggak enak mau nolak hal-hal yang sebenernya enggak penting buat hidupmu.
Baca juga: Stres dan Mudah Cemas? Hilangkan dengan Cara Meditasi yang Benar!
Yup, belajar setting boundaries itu butuh waktu dan latihan. Kamu mungkin bakal merasa bersalah di awal, tapi percaya deh, perasaan itu bakal hilang seiring berjalannya waktu. Kamu bakal merasa lebih pede, punya kontrol atas hidupmu sendiri, dan hubunganmu dengan orang lain bakal jauh lebih jujur.
Jadi, mulai hari ini, apa satu batasan kecil yang mau kamu coba terapkan? Ingat, kamu layak mendapatkan rasa hormat, termasuk dari dirimu sendiri!
—
Gabung discord Girls Beyond Circle untuk tahu lebih banyak info seputar mental health lainnya!
Cover: Freepik