
Jajan Kukusan Lagi Viral! Ternyata Ini Alasan Banyak Anak Muda Beralih dari Gorengan
Belakangan ini, jajan kukusan berseliweran di timeline TikTok, Instagram atau bahkan melihat jualannya di depanmu! Mulai dari jagung kukus, ubi ungu, singkong, sampai roti kukus ala Korea, lengkap sudah.
Tren ini bukan cuma FOMO sesaat, lho, tapi anak muda mulai menyadari bahwa kukusan dianggap lebih sehat dibanding gorengan.
So, enggak heran kalau banyak orang mulai beralih ke jajan kukusan. Tapi sebenarnya, apa sih yang bikin jajanan kukusan bisa seviral itu?
Baca juga: Tren Diet 2026 yang Bisa Kamu Coba Terapkan dari Awal Tahun
Kenapa Jajan Kukusan Viral?

Mungkin kamu bertanya-tanya, kenapa tiba-tiba ubi dan kukusan lainnya jadi viral di mana-mana? Dilansir dari CNN, tren jajanan kukus ini meledak di Indonesia terutama karena kesadaran Gen Z terhadap kesehatan atau health-conscious yang makin meningkat.
Kamu pasti sering lihat video meal prep atau resep simpel yang lewat di FYP, kan? Nah, konten-konten seperti itulah yang bikin gaya hidup sehat kelihatan lebih autentik, simpel, dan pastinya estetik secara visual.
Selain itu, metode mengukus diprediksi bakal terus populer sampai tahun 2026. Alasan utamanya adalah, metode memasak ini mempertahankan nutrisi jauh lebih baik daripada digoreng.
Buat kamu yang lagi menjalankan diet clean eating atau sekedar ingin mengurangi asupan lemak jahat, jajanan kukusan adalah jawabannya.
Testimoni perubahan gaya hidup yang dibagikan banyak orang di media sosial makin mempercepat penyebaran tren ini ke seluruh penjuru negeri.
Contoh Jajan Kukusan yang Lagi Viral

Sekarang, jenis jajanan kukusan makin beragam dan kreatif. Beberapa yang paling sering muncul antara lain:
- Ubi, singkong, talas, pisang, dan jagung kukus yang dijual di pinggir jalan
- Roti kukus ala Korea seperti steamed bread atau milk toast
- Ayam kukus bumbu simpel ala resep selebgram
- Sayuran kukus untuk sarapan atau menu diet
- Aneka dimsum dan bakpao
Di Jakarta sendiri, kamu enggak perlu pergi ke tempat fancy untuk menikmati jajanan ini. Banyak penjual dadakan di pasar tradisional atau gerobakan pinggir jalan yang menyediakan pilihan kukusan dengan harga super murah sekitar Rp10 ribuan! Bahkan di toko makanan online pun kamu bisa pesan, saking ramainya jajanan kukusan ini.
Baca juga: Sering Dikira Diet-Friendly, Ini Dia Makanan Sehat yang Berpotensi Bikin Buncit
Alasan Ilmiah Mengapa Mengukus Itu Lebih Baik

Bukan cuma soal ikut-ikutan tren, ada alasan ilmiah kuat kenapa mengukus itu “juara” dibandingkan metode masak lainnya. Dilansir dari Asian Inspirations, mengukus adalah metode memasak kuno yang ternyata paling ramah buat nutrisi makanan kita.
Tahu enggak, metode seperti merebus atau menggunakan microwave ternyata bisa merusak jaringan sayuran? Saat kamu merebus sayuran, banyak senyawa pelawan penyakit seperti antioksidan yang justru larut dan hilang bersama air rebusannya.
Sebaliknya, mengukus menjaga zat-zat penting tersebut tetap berada di dalam makanan karena enggak bersentuhan langsung dengan air mendidih.
Bahkan, penelitian dari Zheizhing University dan para ahli di Brasil menyebutkan bahwa mengukus bisa meningkatkan kadar polifenol (sejenis antioksidan) hingga 52%.
Mengapa bisa begitu? Panas yang lembut dari uap air membantu melepaskan ikatan polifenol tertentu sehingga lebih mudah dicerna oleh tubuh kita dibandingkan saat dimakan dalam keadaan mentah.
Manfaat Kesehatan yang Enggak Main-Main

Beralih ke kukusan merupakan bentuk investasi buat kesehatan jangka panjang kamu. Dilansir dari Atchaya Pathra Foods, ada beberapa manfaat utama yang bakal kamu rasakan:
1. Menjaga Vitamin dan Mineral
Vitamin yang sensitif terhadap panas seperti Vitamin B, Vitamin C, niasin, serta mineral seperti kalsium dan seng tetap terjaga maksimal di dalam bahan makanan.
2. Tanpa Minyak Tambahan
Karena enggak butuh minyak, otomatis asupan lemak jenuh kamu berkurang drastis. Ini ngebantu banget buat kamu yang ingin menjaga kadar kolesterol tetap stabil.
3. Lebih Mudah Dicerna
Uap air melunakkan serat pada sayuran dan buah, sehingga sistem pencernaan kamu enggak perlu kerja ekstra keras untuk menyerap nutrisinya.
4. Rendah Lemak
Mengukus memastikan makanan matang tanpa tambahan kalori dari lemak atau minyak goreng, menjadikannya pilihan paling alami untuk dikonsumsi harian.
Kukusan Itu Sehat, Tapi Tetap Perlu Seimbang

Meskipun dikenal lebih sehat, bukan berarti kamu bisa makan jajanan kukusan tanpa batas. Dilansir dari Siloam Hospital, kebanyakan jajanan kukus yang dijual di pasaran justru didominasi karbohidrat, seperti singkong, jagung, atau ubi.
Kalau dikonsumsi sendirian tanpa tambahan protein dan serat, makanan ini tetap bisa menyebabkan lonjakan gula darah.
Makanya, penting banget buat melengkapi jajanan kukusan dengan sumber nutrisi lain. Misalnya:
- Tambahkan telur, ayam, atau tempe sebagai sumber protein
- Sertakan sayur seperti brokoli, bayam, atau wortel
- Jangan lupa minum air putih yang cukup
Siloam Hospital juga memberikan panduan takaran aman. Untuk orang dewasa, konsumsi makanan kukus sebaiknya sekitar 225–325 gram per hari, atau setara 45–65% dari kebutuhan kalori harian. Jadi tetap harus disesuaikan dengan kebutuhan tubuhmu, ya!
Pedoman Makan Seimbang ala “Isi Piringku”

Biar pola makan tetap sehat, kamu juga perlu tahu konsep gizi seimbang yang benar. Dilansir dari Kemenkes, Indonesia sudah mengganti konsep lama “4 Sehat 5 Sempurna” dengan pedoman baru bernama “Isi Piringku”.
Dalam konsep ini, setengah piring setiap kali makan harus diisi dengan sayur dan buah. Setengah sisanya baru diisi makanan pokok dan lauk pauk. Artinya, kalau kamu makan jajanan kukusan seperti ubi atau jagung, akan lebih sehat kalau ditemani sayur atau sumber protein, bukan dimakan sendirian.
Kemenkes juga mengingatkan pentingnya minum 8 gelas air putih per hari, olahraga minimal 30 menit, serta menjaga kebersihan tangan sebelum makan. Sayangnya, berdasarkan Riset Kesehatan Dasar 2018, baru sekitar 4,5% orang Indonesia yang benar-benar cukup makan sayur dan buah setiap hari.
Jadi, tren jajanan kukusan ini sebenarnya bisa jadi langkah awal yang bagus buat kamu mulai menerapkan gaya hidup lebih sehat, asal tetap seimbang.
Cara Mengukus yang Benar di Rumah

Kalau kamu mau mencoba bikin sendiri jajanan ini di rumah, ada beberapa tips agar hasilnya enak dan nutrisinya enggak hilang.
- Pertama, pastikan suhu uapnya sudah benar-benar panas sebelum memasukkan bahan makanan.
- Kedua, jangan sering-sering membuka tutup panci karena uap panasnya bisa terbuang keluar.
- Ketiga, perhatikan waktu masak agar enggak overcooked yang bisa bikin tekstur jadi lembek dan kurang lezat.
Tren jajanan kukusan ini membuktikan kalau hidup sehat itu enggak harus mahal dan enggak harus membosankan. Kamu tetap bisa jajan enak sambil menjaga bentuk tubuh dan kesehatan. Jadi, daripada terus-terusan makan gorengan yang bikin tenggorokan sakit, yuk mulai beralih ke kukusan yang lebih segar dan kaya manfaat!
Baca juga: Cara Diet untuk Penderita GERD dan Menu Makannya
Gimana, siap buat mulai hunting jajanan kukusan sore ini? Yuk, gabung discord Girls Beyond Circle kalau kamu mau tahu info seputar health dan wellness lainnya!
Comments
(0 comments)