
Cara Mencegah Boros Keuangan di Era ‘Cashless Society’
Cara mencegah boros keuangan menjadi sangat penting di tengah fenomena cashless society yang semakin marak. Pembayaran non-tunai, meskipun praktis, seringkali membuat kita lupa diri saat berbelanja.
Tanpa disadari, banyak dari kita terjebak dalam siklus pengeluaran yang tak terkendali, hingga terpaksa mencari pinjaman online (pinjol) atau terjerumus dalam judi online (judol).
Di balik kemudahan teknologi seperti QRIS yang memudahkan transaksi, terdapat pentingnya kesadaran akan pengelolaan keuangan yang bijak.
Lalu, bagaimana cara mencegah keborosan ini meski kamu tetap menggunakan metode cashless?
Baca juga: Anti Boros! Ini 5 Cara Menabung Gaji UMR Paling Efektif
Fenomena Cashless Society Bikin Anak Muda Boros
Apa yang dimaksud dengan cashless society? Cashless society adalah sistem ekonomi di mana masyarakat melakukan transaksi keuangan secara digital, tanpa menggunakan uang tunai.
Di era digital ini, penggunaan pembayaran non-tunai, seperti QRIS dan platform digital lainnya, semakin populer, terutama di kalangan anak muda.
Namun, kemudahan ini membawa dampak negatif, yakni meningkatkan keborosan saat berbelanja.
Penelitian dari Seoul National University menunjukkan bahwa anak muda yang menggunakan pembayaran digital menghabiskan hingga 34% lebih banyak dari pendapatan mereka. Ini mengindikasikan bahwa cashless society dapat memicu kebiasaan belanja impulsif.
Menurut peneliti, salah satu penyebab perilaku boros ini adalah rendahnya literasi keuangan. Banyak anak muda yang tidak memahami pentingnya pengelolaan keuangan, sehingga mereka cenderung mengabaikan konsekuensi dari pengeluaran berlebihan.
Sementara itu, dari sudut pkamung psikologis, CNBC International mengungkapkan bahwa orang yang menggunakan uang tunai lebih cenderung berhemat. Proses fisik mengeluarkan uang dari dompet membuat mereka lebih sadar akan nilai uang, sehingga dapat menahan keinginan untuk berbelanja secara berlebihan.
Baca juga: Cocok untuk Gen Z! 5 Bank Digital Terbaik 2024: Mudah dan Banyak Promonya
Cara Mencegah Boros Keuangan di Era ‘Cashless Society’
Dengan maraknya pembayaran digital, penting bagi kita untuk mengambil langkah-langkah yang tepat agar pengeluaran tidak menjadi berlebihan.
Berikut adalah beberapa strategi yang dapat membantu mencegah boros keuangan di era cashless society:
1. Buat Anggaran Bulanan
Cara mencegah boros keuangan pertama yang sangat penting dan akan menjadi panduan kamu adalah dengan membangun anggaran bulanan.
Catatlah semua sumber pendapatan dan pengeluaran. Dengan begitu, kamu lebih mudah melihat ke mana uangmu pergi.
Dengan menetapkan batasan untuk setiap kategori pengeluaran, seperti makanan, hiburan, dan keinginan lainnya, kita bisa lebih disiplin dalam mengontrol keuangan.
Untuk membuat anggaran bulanan, kamu bisa mengikuti langkah-langkah berikut:
- Tentukan Tujuan Keuangan: Pikirkan apa yang ingin kamu capai dalam jangka pendek dan jangka panjang.
- Hitung Pendapatan: Jumlahkan semua gaji dan pendapatan lain yang masuk ke tabunganmu, seperti gaji atau investasi.
- Buat Daftar Pengeluaran Tetap: Catat pengeluaran yang jumlahnya sama setiap bulan, seperti sewa, asuransi, listrik, internet, atau cicilan.
- Buat Daftar Dana Darurat: Catat biaya yang tidak dapat diprediksi dan muncul secara tiba-tiba, seperti biaya perbaikan kendaraan atau medis.
- Terapkan Prinsip Anggaran: Kamu bisa menerapkan metode anggaran 50/30/20, yaitu 50% untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan, dan 20% untuk tabungan dan pembayaran utang.
2. Gunakan Aplikasi Catatan Keuangan
Untuk membantu anggaran bulanan, aplikasi catatan keuangan adalah alat langkah yang tepat untuk dimanfaatkan. Dengan aplikasi ini, kamu bisa membuat anggaran bulanan dan memantau pengeluaran secara efektif. Beberapa aplikasi yang direkomendasikan, antara lain:
- Money+
- Meow Money Manager
- 1Money App
- Fleur
- Spendee
Aplikasi-aplikasi ini akan membantumu memastikan apakah kamu mengikuti anggaran yang sudah direncanakan atau tidak. Dengan fitur budgeting, kamu dapat dengan mudah mencatat pengeluaran dan melihat berapa sisa uang di setiap pos anggaran setelah melakukan berbagai transaksi.
Beberapa aplikasi catatan keuangan bahkan dapat disinkronkan dengan rekening bank, sehingga memudahkan kamu dalam mengelola keuangan secara menyeluruh.
3. Langsung Transfer Budget Tabungan ke Rekening Khusus di Awal Gajian
Setelah menerima gaji, salah satu cara mencegah boros keuangan adalah segera mentransfer sebagian uang ke tabungan.
Pilihlah tabungan khusus untuk menabung yang tidak memiliki aplikasi di ponselmu. Dengan begitu, kamu tidak akan terpaksa untuk “meminjam” uang dari tabunganmu.
Beberapa pilihan bank yang bisa kamu pilih adalah BNI TabunganKu, BCA TabunganKu, atau Mandiri TabunganKu.
Tabungan tersebut tidak dilengkapi dengan aplikasi digital, sehingga kamu hanya dapat melakukan transaksi melalui ATM.
Penting untuk melakukan transfer budget tabungan ke rekening tersebut di awal gajian, bukan di akhir. Dengan cara ini, kamu akan lebih menghindari keborosan, meskipun menggunakan masih menggunakan metode cashless.
4. Miliki Satu Aplikasi Dompet Digital untuk Budget “Jajan”
Penggunaan QRIS seringkali dikaitkan dengan jajan yang mungkin membuat boros keuangan. Jika sebelumnya langsung transfer budget tabungan ke rekening khusus, cara lainnya adalah dengan memiliki satu aplikasi dompet digital yang dikhususkan untuk jajan.
Setelah menerima gaji, segera transfer budget jajan ke dalam aplikasi dompet digital tersebut. Dengan cara ini, kamu tidak akan mencampur adukkan uang untuk kebutuhan sehari-hari dengan budget jajan. Pastikan anggaran jajan ini tidak melebihi jumlah yang telah kamu alokasikan untuk kebutuhan pokok.
Salah satu metode yang bisa kamu terapkan adalah prinsip “50/30/20”, di mana 50% dari pendapatan untuk kebutuhan, 30% untuk keinginan (seperti jajan), dan 20% untuk tabungan. Dengan cara ini, kamu dapat menikmati jajan tanpa mengorbankan keuanganmu.
5. Sadari Kebutuhan dan Keinginan
Saat kamu berencana membeli suatu barang atau makanan, penting untuk meluangkan waktu sejenak dan bertanya pada diri sendiri, “Apakah ini benar-benar kebutuhan atau hanya keinginan sesaat?”
Kebutuhan adalah hal-hal yang wajib dibeli, seperti makanan, tempat tinggal, dan pakaian. Sementara itu, keinginan adalah hal yang sering kali hanya untuk memuaskan nafsu, seperti barang-barang viral, jajanan (misalnya kopi), atau bentuk hiburan lainnya.
Meskipun terkadang orang merasa perlu untuk memenuhi keinginan sebagai bentuk self-reward, terlalu sering melakukannya dapat mengarah pada perilaku impulsif buying. Ini bisa menjadi masalah jika tidak diimbangi dengan kesadaran akan pengeluaran.
Untuk membantu meningkatkan kesadaran ini, kamu bisa memanfaatkan aplikasi catatan keuangan yang telah disebutkan sebelumnya.
Dengan cara mencegah boros keuangan ini, kamu dapat lebih bijak dalam memisahkan kebutuhan dan keinginan, serta menghindari pemborosan.
Baca juga: 8 Aplikasi Catatan Keuangan Terbaik 2024, Terakhir Banyak Digunakan!
Dapatkan insight informasi ter-update lainnya dengan bergabung komunitas Girls Beyond Circle.
Cover: Pexels
Comments
(0 comments)
You need login/sign up to post comment
Login / Sign UpYuk, Jadi yang Pertama Berkomentar!
Bagikan pendapatmu!