gagal menampilkan data

ic-gb
detail-thumb

Stop! Bahaya Makan Durian Berlebihan Terutama pada Penyakit Ini

Written by Adila Putri Anisya

Musim durian tiba! Buah dengan aroma khas yang tak bisa disangkal ini, memang menjadi favorit banyak orang di Indonesia. Bahkan, festival durian seringkali digelar untuk merayakan datangnya musim ini.

Meski begitu, makan durian tidak bisa sembarangan. Buah yang satu ini mengandung gas dan kadar gula yang bisa berbahaya jika dikonsumsi berlebihan, apalagi jika kamu punya kondisi kesehatan tertentu. 

Jadi, apa sih risiko makan durian yang perlu kamu waspadai? Yuk, simak penjelasannya!

Baca juga: Merebak di Cina! Ini Perbandingan HMPV dengan Virus Pernapasan Lainnya

Risiko Konsumsi Durian secara Berlebihan

Bahaya Makan Durian
Sumber foto: Pexels

Durian memang menjadi buah yang sangat digemari, namun ada beberapa alasan mengapa durian tidak boleh dikonsumsi berlebihan. 

Dikutip dari Klarity Health, salah satu risikonya adalah kandungan kalorinya yang cukup tinggi. Bahkan di dalam 1 kg durian, terdapat sekitar 1,470 kalori, yang bisa menjadi masalah bagi mereka yang sedang menjalani program diet atau berusaha menjaga berat badan ideal. 

Selain itu, durian juga mengandung gula dalam jumlah tinggi yang bisa menyebabkan lonjakan gula darah, terutama bagi penderita diabetes.

Kandungan serat yang tinggi dalam durian kadang sulit dicerna oleh tubuh, yang dapat menyebabkan rasa sakit perut, kembung, hingga diare. Bagi sebagian orang, masalah pencernaan ini bisa sangat mengganggu.

Selain serat, kandungan sulfur dalam durian juga cukup tinggi, yang menyebabkan bau durian yang sangat khas. Bau menyengat ini bisa sangat menyengat dan menyebabkan sakit kepala atau mual. 

Tak hanya itu, kandungan sulfur juga ternyata jadi salah satu penyebab mengapa tubuh panas, tenggorokan sakit, dan mulut kering jika dikonsumsi berlebihan. Reaksi ini tentu saja akan mengganggu aktivitasmu.

Durian Berbahaya bagi Penderita Penyakit Kronis

Bahaya Makan Durian
Sumber foto: Pexels

Jika kamu memiliki penyakit kronis seperti diabetes, penyakit jantung, ginjal, atau tekanan darah tinggi, konsumsi durian harus dibatasi. Berikut penjelasan selengkapnya:

1. Penderita Diabetes

Durian mengandung gula alami dalam jumlah cukup tinggi, seperti sukrosa, fruktosa, dan glukosa. 

Kandungan gula yang tinggi ini bisa menyebabkan lonjakan gula darah yang cepat, yang tentu saja menjadi masalah besar bagi penderita diabetes yang harus hati-hati dalam mengatur asupan karbohidrat. 

Disarankan agar penderita diabetes membatasi konsumsi durian, biasanya tidak lebih dari dua biji per hari. 

Selain itu, durian juga memiliki indeks glikemik yang tinggi, yang dapat memperburuk lonjakan gula darah, menyebabkan gejala seperti penglihatan kabur atau mual.

2. Penderita Penyakit Jantung

Durian disebut kaya akan kalori dan lemak, sehingga jika dikonsumsi berlebihan bisa menyebabkan penambahan berat badan, yang pada gilirannya meningkatkan risiko masalah jantung seperti sumbatan pembuluh darah atau gangguan irama jantung. 

Kandungan kalium yang tinggi dalam durian juga dapat memengaruhi fungsi jantung, terutama bagi mereka yang sudah memiliki kondisi jantung sebelumnya. 

Selain itu, durian bisa berinteraksi dengan obat-obatan tekanan darah, yang dapat menyebabkan fluktuasi tekanan darah yang tidak terduga, sehingga sangat berbahaya bagi individu yang berisiko stroke.

3. Penderita Penyakit Ginjal

Durian kaya akan kalium yang bermanfaat bagi orang yang sehat, namun bagi penderita gangguan ginjal, hal ini bisa menjadi masalah. 

Ginjal yang tidak berfungsi dengan baik mungkin kesulitan untuk mengeluarkan kelebihan kalium, yang bisa menyebabkan hiperkalemia, yaitu kondisi yang dapat memicu komplikasi serius seperti serangan jantung atau bahkan kematian mendadak. 

Penderita penyakit ginjal kronis harus benar-benar memperhatikan asupan kalium mereka, karena konsumsi durian yang berlebihan bisa memperburuk fungsi ginjal dan kondisi kesehatan secara keseluruhan.

4. Penderita Tekanan Darah Tinggi

Walaupun kalium dalam durian dapat membantu mengatur tekanan darah bagi orang yang sehat dengan menyeimbangkan efek natrium, konsumsi durian yang berlebihan dapat berisiko bagi mereka yang sudah memiliki tekanan darah tinggi. 

Selain itu, kandungan karbohidrat yang tinggi dalam durian bisa menyebabkan penambahan berat badan, yang akan semakin memperburuk pengelolaan tekanan darah. 

Oleh karena itu, sangat disarankan bagi penderita hipertensi untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum rutin mengonsumsi durian, karena dampaknya terhadap kesehatan jantung dan pengaturan tekanan darah.

Catatan:

Bagi penderita penyakit di atas, sebaiknya hanya makan satu biji kecil durian per hari atau konsultasikan dengan dokter terlebih dahulu. 

Jika kamu mengalami gejala seperti wajah merah, pusing, atau muntah setelah makan durian, segera periksakan diri ke dokter.

Baca juga: Mengapa Harus Coba Mindful Eating? Ini Alasan dan Contoh Praktiknya

Cara Konsumsi Durian yang Aman

Cara Konsumsi Durian yang Aman
Sumber foto: Pexels

Durian memang terkenal dengan rasa dan aromanya yang khas. Namun, agar kamu bisa menikmati durian dengan manfaat yang maksimal tanpa menimbulkan masalah kesehatan, ada beberapa cara yang perlu diperhatikan

Menurut Vibhavadi Hospital, berikut adalah cara konsumsi durian yang aman!

1. Konsumsi dalam Jumlah Sedang

Pastikan untuk tidak makan lebih dari satu segmen atau dua potong durian per hari. 

Jika dikonsumsi berlebihan, durian bisa menyebabkan tubuh terasa panas, tenggorokan sakit, atau bahkan penambahan berat badan.

2. Pilih Durian yang Segar dan Tepat Matangnya

Pilih durian yang tidak terlalu matang karena semakin matang durian, semakin tinggi kandungan gula dan pati yang ada. Durian yang terlalu matang bisa berisiko mengandung lebih banyak kalori.

3. Konsumsi Durian di Pagi atau Siang Hari

Durian adalah buah dengan kandungan kalori yang tinggi, jadi sebaiknya hindari makan durian sebelum tidur. 

Ketika mendekati waktu tidur, tubuh tidak banyak menggunakan energi, sehingga kalori dalam durian bisa menumpuk sebagai lemak. Lebih baik makan durian pada pagi atau siang hari, saat tubuh masih aktif. 

Jika makan durian, kurangi konsumsi makanan tinggi karbohidrat dan gula di waktu yang sama.

4. Hindari Mengonsumsi Durian Bersama Makanan Lain Ini

Hindari konsumsi durian bersamaan dengan makanan lain, seperti makanan pedas, makanan bersantan tinggi, makanan asam, makanan bersoda, buah leci, kepiting, daging sapi dan kambing.

Selain itu, jangan juga minum alkohol dan soda, ini karena durian sudah kaya akan kalori dan lemak, sementara alkohol juga mengandung banyak energi. 

Makan durian bersama alkohol bisa menyebabkan kadar gula darah melonjak dengan cepat, meningkatkan pembentukan limbah dalam tubuh.

5. Minum Banyak Air Putih

Setelah makan durian, disarankan untuk minum banyak air putih untuk membantu tubuh mendinginkan diri. 

Selain itu, menurut kepercayaan Cina, makan durian bersamaan dengan manggis dapat mengurangi rasa panas karena bersifat menyejukan. Meski belum ada penelitian yang membenarkan hal ini.

5. Rutin Berolahraga

Durian mudah menyebabkan penambahan berat badan karena kandungan kalori yang tinggi. Jadi, setelah makan durian, usahakan untuk berolahraga minimal 30 menit agar tubuh bisa membakar energi yang masuk, dan tidak menumpuk menjadi lemak.

Manfaat Durian Jika Dikonsumsi Dalam Jumlah Tepat

Manfaat Durian Jika Dikonsumsi Dalam Jumlah Tepat
Sumber foto: Pexels

Durian, yang sering dijuluki "Raja Buah," memiliki berbagai manfaat kesehatan jika dikonsumsi dengan bijak. 

Buah ini kaya akan nutrisi yang sangat berguna bagi tubuh, asalkan tidak berlebihan. 

Berikut beberapa manfaat durian yang bisa didapatkan saat dikonsumsi dalam jumlah yang tepat:

Profil Nutrisi

Menurut HMI Medical, durian mengandung berbagai nutrisi penting, seperti:

  • Vitamin: Kaya akan vitamin C dan vitamin B (terutama B6), yang mendukung fungsi kekebalan tubuh dan metabolisme energi.
  • Mineral: Mengandung kalium, magnesium, besi, dan tembaga, yang sangat baik untuk kesehatan jantung dan kepadatan tulang.
  • Lemak Sehat: Durian mengandung lemak tak jenuh tunggal yang dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat, mengurangi risiko penyakit jantung.

Manfaat Kesehatan

Dari nutrisi yang disebut, durian bisa memberikan manfaat kesehatan apabila dikonsumsi dengan aman. Menurut RafflesHealth, berikut beberapa manfaatnya:

  • Kesehatan Jantung: Lemak tak jenuh tunggal dalam durian dapat menurunkan kadar kolesterol jahat, yang sangat bermanfaat untuk kesehatan jantung. Selain itu, kandungan kalium yang tinggi membantu mengatur tekanan darah.
  • Meningkatkan Mood dan Kualitas Tidur: Durian mengandung triptofan, asam amino yang diubah menjadi serotonin dan melatonin. Ini dapat meningkatkan suasana hati dan kualitas tidur.
  • Dukungan Pencernaan: Durian mengandung banyak serat (sekitar 3,8g per 100g) yang membantu pencernaan dan mendukung kesehatan usus dengan mempromosikan bakteri baik. Serat juga membantu menciptakan rasa kenyang, yang bisa membantu dalam pengelolaan berat badan.
  • Menetralkan Radikal Bebas: Durian kaya akan antioksidan yang dapat membantu menetralkan radikal bebas dan mengurangi risiko kanker. Beberapa penelitian bahkan menunjukkan bahwa durian dapat mencegah penyebaran sel-sel kanker tertentu.
  • Meningkatkan Sistem Kekebalan Tubuh: Kandungan vitamin C dalam durian dapat membantu melindungi tubuh dari infeksi dan meningkatkan kesehatan secara keseluruhan.

Baca juga: Tak Cuma Tambah Energi, Ada 5 Manfaat Sarapan Pagi Sebelum Mulai Bekerja

Itulah beberapa bahaya yang bisa timbul jika durian dikonsumsi berlebihan. Pastikan selalu menikmati durian dengan porsi yang wajar dan ikuti tips di atas supaya kamu bisa terhindar dari risiko kesehatan.

---

Gabung Girls Beyond Circle yuk! Dapatkan informasi menarik lainnya seputar dunia kesehatan.

Cover: Pexels