gagal menampilkan data

Article

Seru Banget! 10 Tradisi Unik Lebaran di Indonesia yang Bikin Momen Semakin Hangat

Written by Adila Putri Anisya

Indonesia adalah negara dengan kekayaan budaya yang luar biasa. Setiap daerah punya cara unik dalam merayakan momen istimewa, termasuk Lebaran! 

Dari Sabang sampai Merauke, ada berbagai tradisi yang masih dijalankan hingga sekarang sebagai bentuk sukacita menyambut hari kemenangan. Apa saja tradisi unik tersebut? Yuk, kita bahas tradisi unik Lebaran di Indonesia!

Baca juga:  10 Toko Online Baju Lebaran dengan Koleksi Terbaik, Cek Sebelum Sold Out!

Grebeg Syawal – Yogyakarta

Tradisi Unik Lebaran di Indonesia
Sumber foto: Kompas.com

Di Yogyakarta, ada tradisi Grebeg Syawal yang selalu ditunggu-tunggu setiap Lebaran. Biasanya, saat Hari Raya Idul Fitri, Keraton Yogyakarta menggelar acara ini sebagai wujud syukur atas berakhirnya Ramadan

Tradisi ini sudah ada sejak abad ke-16 dan merupakan perpaduan antara budaya Jawa dan Islam. 

Acara dimulai dengan penjamasan pusaka, dilanjutkan dengan salat Idul Fitri bersama Sultan dan abdi dalem. 

Dalam tradisi ini, ada juga perarakan gunungan berisi hasil bumi yang dibawa ke berbagai tempat, lalu dibagikan kepada masyarakat. Masyarakat percaya, membawa pulang bagian gunungan bisa membawa berkah. Menarik, bukan?

Riyoyo Kupat – Jawa Tengah & Jawa Timur

Tradisi Unik Lebaran di Indonesia
Sumber foto: Jatengprov.go.id

Di Jawa, Lebaran belum benar-benar usai tanpa Riyoyo Kupat! Tradisi ini dirayakan seminggu setelah Idul Fitri, tepatnya 8 Syawal, sebagai simbol saling memaafkan dan mempererat silaturahmi. Kata “kupat” berasal dari “ngaku lepat,” yang berarti mengakui kesalahan.

Masyarakat merayakannya dengan menggelar bancakan (makan bersama) di masjid atau musholla, menyantap ketupat dengan opor ayam, lodeh, dan sambal goreng ati. 

Bahkan, di beberapa daerah, seperti Lamongan, ada Festival Kupatan dengan gunungan ketupat. Konten utama dari kegiatan ini adalah seni budaya pertunjukan dan kuliner dengan tujuan melestarikan tradisi.

Pawai Pengon – Jember

Tradisi Unik Lebaran di Indonesia
Sumber foto: detikTravel

Pawai Pegon di Jember adalah tradisi yang selalu dinanti setiap Lebaran Ketupat, seminggu setelah Idul Fitri. 

Tradisi ini bukan hanya sekadar pawai, tapi juga sebagai ungkapan rasa syukur petani, nelayan, dan peternak atas hasil bumi yang melimpah. 

Pegon, kereta tradisional yang dihias dengan janur kuning, ketupat, dan hasil bumi, diarak bersama keluarga dan tetangga menuju pantai Watu Ulo. 

Setelah pawai, masyarakat berkumpul untuk makan ketupat bersama sambil menikmati pemandangan alam dan hiburan tarian tradisional. 

Pawai Pegon tak hanya melestarikan budaya lokal, tapi juga mempererat hubungan sosial antarwarga.

Baca juga: Viral! Tradisi Makan 12 Anggur di Malam Tahun Baru, Benarkah Bawa Keberuntungan Cinta?

Nyembah Berlari – Kepulauan Riau

Tradisi Unik Lebaran di Indonesia
Sumber foto: Batamnews

Di kecamatan Tambelan, Kabupaten Bintang, ada tradisi unik Lebaran yang dilakukan anak-anak, yaitu Nyembah Berlari. 

Tradisi ini dimulai setelah salat Idul Fitri, di mana anak-anak berlari cepat atau “berlari” dari rumah ke rumah warga. 

Mereka mengenakan pakaian baru dan membawa kantong untuk mengumpulkan sedekah berupa kue, permen, minuman ringan, atau uang.

Meski enggak masuk ke dalam rumah, anak-anak berdiri di teras dan menadahkan tangan untuk menerima hadiah.

Tradisi Nyembah Belari adalah simbol kebersamaan dan kegembiraan dalam merayakan Lebaran, serta mempererat silaturahmi.

Makan Bajamba – Minangkabau, Sumatera Barat

Tradisi Unik Lebaran di Indonesia
Sumber foto: detikcom

Makan Bajamba adalah tradisi khas Minangkabau yang penuh makna kebersamaan. Saat Lebaran, masyarakat berkumpul dan duduk melingkar di lantai, menyantap hidangan dari satu dulang besar yang disebut “jamba.” 

Nasi dan lauk-pauk disajikan untuk dimakan bersama tanpa memandang status sosial. Sebelum makan, ada pembacaan ayat suci dan doa bersama. Lelaki duduk bersila, sementara perempuan bersimpuh dengan rapi. 

Selain sebagai bentuk syukur, Makan Bajamba juga mempererat silaturahmi. Tradisi ini sudah ada sejak berabad-abad lalu dan terus dijaga sebagai bagian dari identitas budaya Minangkabau, terutama saat momen istimewa seperti Lebaran.

Meugang – Aceh

Tradisi Unik Lebaran di Indonesia
Sumber foto: nusantarainstitute.com 

Meugang adalah tradisi khas Aceh yang selalu ditunggu-tunggu menjelang Ramadan, Idul Fitri, dan Idul Adha. 

Suasana pasar yang biasanya sepi mendadak ramai dengan warga yang berburu daging sapi atau kambing. 

Daging ini kemudian dimasak menjadi hidangan khas seperti gulai merah atau sie reuboh, lalu disantap bersama keluarga. 

Bagi masyarakat Aceh, Meugang bukan sekadar soal makanan, tapi juga simbol syukur dan kebersamaan. Momen ini juga jadi ajang berkumpul bagi keluarga, terutama mereka yang merantau. 

Meski harga daging bisa melonjak, semangat berbagi dan tradisi ini tetap dijaga turun-temurun hingga sekarang.

Baca juga: 10 Tradisi Unik Tahun Baru di Berbagai Negara, Chili Paling Seram!

Perang Topat – Lombok, NTB

Tradisi Unik Lebaran di Indonesia
Sumber foto: Tribun Lombok

Enam hari setelah Lebaran Idul Fitri, biasanya masyarakat Lombok mengadakan acara Perang Topat.

Uniknya, ini adalah tradisi kebersamaan antara umat Hindu dan Muslim yang berlangsung di Pura Lingsar dengan suasana penuh keceriaan. 

Peserta nantinya akan saling melempar ketupat, simbol syukur atas hasil panen dan harapan untuk keberkahan. 

Tradisi ini bukan hanya tentang lempar ketupat, tetapi juga tentang mempererat hubungan antar agama, mencerminkan harmoni dan toleransi yang tinggi.

Setelah acara, ketupat yang dilemparkan biasanya dibawa pulang dan digunakan sebagai pupuk, melambangkan keberkahan bagi tanah. Sebuah cara Lombok merayakan pluralisme dan kerukunan dalam kebersamaan.

Baraan – Bengkalis, Riau

Tradisi Unik Lebaran di Indonesia
Sumber foto: kolomdesa.com 

Baraan di Bengkalis, Riau, adalah tradisi unik Lebaran yang dilakukan masyarakat setempat untuk menyambut Idul Fitri. 

Dalam tradisi ini, sekelompok orang akan berkeliling mengunjungi rumah tetangga untuk mempererat silaturahmi. 

Biasanya, rombongan ini terdiri dari 15 hingga 25 orang, yang mengenakan pakaian tradisional seperti baju Melayu. 

Setiap rumah yang dikunjungi menyajikan berbagai hidangan khas seperti ketupat, rendang, dan dodol. 

Selain makan bersama, mereka juga mengadakan doa bersama dan zikir sebagai bentuk syukur dan permohonan ampunan. 

Meriam Karbit – Pontianak

Tradisi Unik Lebaran di Indonesia
Sumber foto: menpan.go.id

Meriam Karbit di Pontianak adalah tradisi yang unik banget untuk merayakan Idul Fitri. Tradisi ini melibatkan meriam yang terbuat dari kayu, biasanya kayu meranti atau mabang, yang diisi dengan karbit untuk menghasilkan suara dentuman yang keras. 

Acara ini dijadikan simbol rasa syukur atas kemenangan setelah sebulan berpuasa. Selain itu, meriam karbit juga punya nilai historis yang erat kaitannya dengan Sultan Syarif Abdurrahman Alkadrie, yang konon menggunakan meriam untuk mengusir hantu saat membangun kota Pontianak. 

Di malam sebelum Idul Fitri, masyarakat berkumpul di tepian Sungai Kapuas untuk melihat festival meriam karbit ini, yang melibatkan perajin lokal yang membuat dan menghias meriam dengan warna-warni ceria. Suara dentuman meriam ini menjadi tanda kebersamaan dan kegembiraan seluruh warga.

Bakar Gunung – Bengkulu

Tradisi Unik Lebaran di Indonesia
Sumber foto: archipelagoid.com

Tradisi Bakar Gunung di Bengkulu adalah salah satu cara unik masyarakat Suku Serawai menyambut Hari Raya Idul Fitri. 

Meski namanya terdengar seperti membakar gunung sungguhan, sebenarnya yang dibakar adalah tumpukan batok kelapa kering yang disusun menyerupai gunung.

Tradisi ini dilakukan sebagai bentuk rasa syukur atas berkah selama setahun dan juga doa untuk arwah leluhur.

Malam takbiran jadi momen yang paling meriah karena warga berkumpul, menyusun batok kelapa, lalu menyalakannya setelah doa bersama. 

Saat api mulai membakar tumpukan batok, suasana semakin khidmat dengan lantunan takbir yang menggema di sekitar. 

Sayangnya, dengan kemajuan zaman, tradisi ini mulai tergeser oleh perayaan modern seperti kembang api. 

Padahal, di balik nyala api Bakar Gunung, ada cerita tentang warisan budaya yang mengajarkan kebersamaan dan spiritualitas. 

Baca juga:  Wisata Desa Adat di Indonesia yang Masih Otentik!

Menurut kamu, dari tradisi unik Lebaran Indonesia di atas, mana yang paling menarik?

Gabung Girls Beyond Circle dan dapatkan info menarik lainnya seputar Lebaran!

Cover: Lombok Barat

Comments

(0 comments)

Sister Sites Spotlight

Explore Girls Beyond