
Diet IF Sebulan Bisa Bantu Turunkan Berat Badan Setelah Lebaran, Begini Triknya!
Setelah sebulan penuh berpuasa, tubuh kita memang butuh penyesuaian, apalagi setelah Lebaran yang penuh dengan hidangan lezat.
Ketupat, rendang, semur, dan kue-kue kering tentu menggoda, dan tanpa disadari, porsi makan pun jadi berlebih. Akibatnya, berat badan bisa meningkat lebih cepat, apalagi dengan kandungan lemak, kolesterol, dan gula yang tinggi.
Kalau kamu merasa berat badan naik pasca-Lebaran dan bingung bagaimana cara menurunkannya, tenang saja!
Salah satu metode yang bisa dicoba adalah diet intermittent fasting (IF). Metode ini dipercaya efektif dalam menurunkan berat badan dengan cepat dan sehat.
Jadi, mau diet sebulan turun 5 kg? Yuk, simak cara-cara diet IF sebulan yang bisa kamu coba selama sebulan!
Baca juga: Jadwal Diet Intermittent Fasting dari Pemula sampai Advanced!
Pilihan Metode Intermittent Fasting Setelah Lebaran
IF adalah diet yang bukan soal mengurangi makan secara ekstrem, tapi lebih ke mengatur waktu makan dan puasa dalam siklus tertentu supaya metabolisme tubuh lebih optimal.
Ada beberapa metode intermittent fasting yang bisa kamu pilih, tergantung kenyamanan dan gaya hidupmu.
Yuk, cek mana jadwal diet IF yang paling cocok buat kamu!
1. Metode 16/8 – Favorit Banyak Orang (Metode Paling Direkomendasikan Setelah Lebaran)
Metode ini paling populer karena mudah dilakukan. Kamu hanya makan dalam jendela waktu 8 jam, lalu berpuasa selama 16 jam. Contohnya, kalau kamu mulai makan dari jam 12 siang sampai jam 8 malam, berarti dari jam 8 malam sampai 12 siang keesokan harinya kamu puasa (boleh minum air putih, teh, atau kopi tanpa gula).
Kenapa banyak orang suka metode ini? Karena cukup fleksibel dan nggak terasa seperti diet ketat. Plus, kamu tetap bisa menikmati makanan favoritmu dalam batas wajar!
2. Diet 5:2 – Cocok Buat yang Nggak Mau Terlalu Ketat
Metode ini berarti kamu makan seperti biasa selama 5 hari dalam seminggu, lalu di 2 hari lainnya kamu membatasi kalori hingga 500-600 kalori per hari. Hari puasanya bisa dipilih sendiri, asal nggak berturut-turut.
Kelebihannya, kamu masih bisa menikmati makanan favorit hampir sepanjang minggu, tapi tetap ada pengendalian kalori yang bikin berat badan turun perlahan tapi pasti!
3. Eat-Stop-Eat – Tantangan Buat yang Siap (Kurang Direkomendasikan Jika Baru Mencoba Diet)
Kalau kamu merasa bisa tahan lebih lama tanpa makan, metode ini bisa dicoba. Kamu akan puasa penuh selama 24 jam sekali atau dua kali seminggu. Misalnya, kalau kamu berhenti makan setelah makan malam jam 7, maka kamu baru makan lagi keesokan harinya di jam yang sama.
Metode ini memang lebih menantang karena tubuh butuh adaptasi, tapi kalau bisa menjalaninya dengan baik, hasilnya bisa lebih cepat terlihat.
4. Alternate Day Fasting – Puasa Berselang Sehari (Cocok Jika Pernah Diet IF Sebelumnya)
Metode ini mengharuskan kamu untuk puasa selang-seling setiap hari, dengan pola hari ini makan normal, besok hanya 500 kalori atau bahkan puasa penuh.
Beberapa penelitian menunjukkan bahwa metode ini bisa efektif menurunkan berat badan sekaligus memperbaiki kesehatan metabolisme.
Namun, karena cukup ekstrem, metode ini lebih cocok buat yang sudah terbiasa dengan intermittent fasting sebelumnya.
5. 12-Hour Fast – Paling Ringan dan Cocok untuk Pemula
Kalau kamu baru mau coba intermittent fasting, metode ini bisa jadi pilihan aman.
Kamu hanya perlu puasa 12 jam dan makan dalam jendela waktu 12 jam. Misalnya, kamu makan dari jam 7 pagi sampai 7 malam, lalu puasa dari jam 7 malam hingga 7 pagi.
Metode ini cocok untuk pemula karena nggak terlalu jauh beda dengan pola makan normal, tapi tetap bisa membantu mengontrol asupan kalori dan melatih tubuh untuk beradaptasi dengan pola puasa.
Seberapa Efektif Diet IF Dilakukan Setelah Lebaran?
Penelitian yang dikutip dari UIC Today menunjukkan, bahwa IF dapat membantu menurunkan berat badan sekitar 3-8% dari berat awal dalam beberapa bulan.
Ini terjadi karena tubuh menggunakan cadangan lemak sebagai energi selama periode puasa. Selain itu, IF juga bisa menurunkan kadar insulin, mengurangi tekanan darah, dan meningkatkan metabolisme.
Metode yang paling mudah diterapkan setelah Lebaran adalah 16/8, di mana kamu puasa selama 16 jam dan makan dalam jendela waktu 8 jam.
Pola tersebut cukup fleksibel dan bisa disesuaikan dengan kebiasaan sehari-hari. Jika ingin pendekatan yang lebih santai, 12-hour fasting juga bisa jadi pilihan awal.
Yang terpenting, diet IF harus dijalankan dengan pola makan seimbang. Jangan sampai kalap makan saat jendela makan tiba, karena itu bisa menghambat hasil yang diharapkan.
Dengan disiplin dan pilihan makanan yang tepat, diet IF bisa jadi cara efektif untuk kembali ke berat badan ideal setelah Lebaran!
Baca juga: 5 Cara Intermittent Fasting yang Efektif Turunkan Berat Badan
Adakah Makanan yang Harus Dihindari saat Diet IF?
Meskipun diet intermittent fasting enggak mengharuskanmu menghindari makanan tertentu secara ketat, ada beberapa jenis makanan yang sebaiknya kamu batasi agar hasilnya lebih maksimal.
Yuk, simak makanan yang perlu dihindari saat menjalani IF!
1. Minuman Tinggi Kalori
Hindari minuman manis seperti soda, jus buah kemasan, dan milkshake karena mengandung kalori kosong yang nggak memberikan manfaat nutrisi.
Alkohol juga sebaiknya dibatasi karena tinggi kalori, yang bisa mengganggu proses pembakaran lemak tubuh.
2. Gula Tambahan
Makanan manis seperti permen, kue, atau sereal manis memang menggoda, tapi mereka bisa memicu rasa lapar lebih cepat.
Makanan dengan gula tambahan ini cenderung membuat kadar gula darah naik turun, yang bikin kamu gampang lapar lagi.
3. Makanan Olahan
Makanan seperti keripik, makanan cepat saji, dan makanan siap saji lainnya biasanya mengandung lemak enggak sehat, sodium tinggi, dan karbohidrat olahan yang kurang baik buat tubuh.
Lebih baik pilih makanan yang segar dan minim proses.
4. Makanan Gorengan
Makanan gorengan seperti kentang goreng, donat, dan ayam goreng memang enak, tapi mereka tinggi kalori dan lemak enggak sehat, yang bisa bikin rasa kenyang kamu lebih cepat hilang dan menyebabkan kamu makan lebih banyak.
—-
Selain beberapa makanan di atas, penting juga untuk diperhatikan agar enggak makan berlebihan saat jendela makan, karena bisa bikin semua usaha puasa jadi sia-sia.
Fokus pada kontrol porsi dan pastikan makan dengan seimbang, dengan menu diet sebulan yang ada protein, lemak sehat, dan serat!
Apakah Diet IF Sebulan Ini Harus Dilanjutkan atau Tidak Setelahnya?
Setelah mencoba diet IF sebulan, banyak yang bertanya-tanya apakah perlu melanjutkan diet ini atau enggak. Jawabannya, tergantung pada tujuan dan hasil yang kamu rasakan!
Jika selama sebulan kamu merasa berat badan turun, energi meningkat, dan pola makan lebih teratur, melanjutkan IF bisa jadi pilihan yang baik.
Diet ini memang fleksibel, jadi kamu bisa memilih untuk tetap melakukannya secara sesekali atau melanjutkan dengan pola yang lebih long-term, misalnya dengan metode 16/8.
Namun, kalau kamu merasa kesulitan atau kurang nyaman, nggak masalah untuk berhenti dan mencari pola makan lain yang lebih cocok dengan gaya hidupmu. Yang penting adalah konsistensi dan kenyamanan, karena diet yang paling efektif adalah yang bisa dijalani dalam jangka panjang tanpa membuatmu stres.
Jika merasa IF enggak memberikan hasil yang diinginkan atau terasa sulit, kamu bisa mengombinasikan IF dengan pola makan sehat lainnya, seperti makan dengan porsi lebih kecil atau lebih fokus pada kualitas makanan.
Pada akhirnya, yang paling penting adalah mendengarkan tubuhmu dan memilih apa yang membuatmu merasa sehat dan bahagia!
Baca juga: Cara Diet 30-30-30 yang Lagi Viral, Mudah & Gak Nyiksa!Gabung Girls Beyond Circle dan dapatkan informasi seputar diet lainnya!
Comments
(0 comments)
You need login/sign up to post comment
Login / Sign UpYuk, Jadi yang Pertama Berkomentar!
Bagikan pendapatmu!