gagal menampilkan data

GB Logo
Article

Kenali Apa Itu Scarcity Trauma dan Bagaimana Cara Menghadapinya

Written by Ardellia Rahmadixna

Apakah kamu pernah merasa cemas atau panik saat ada masalah keuangan, atau khawatir kalau segala sesuatu yang kamu miliki bakal hilang begitu saja? Itu bisa jadi gejala dari scarcity trauma, loh! 

Scarcity trauma artinya perasaan terjebak dalam kekurangan, baik itu dalam hal uang, waktu, atau bahkan kesempatan. 

Banyak dari kita nggak sadar kalau ketakutan ini bisa mempengaruhi cara kita berpikir dan bertindak. Padahal, kalau dibiarkan terus-menerus, bisa berdampak buruk pada kesehatan mental. 

Tapi tenang, jangan khawatir! Artikel ini bakal bantu kamu untuk lebih memahami apa itu scarcity trauma dan bagaimana cara menghadapinya dengan cara yang lebih sehat dan positif.

Baca juga: Mengenal ‘Star Syndrome’ Perilaku yang Merasa Dirinya “Bintang”

Apa itu Scarcity Trauma?

Sumber foto: Pexels

Seperti apa yang telah dirangkum oleh WebMD, scarcity trauma adalah kondisi psikologis yang muncul ketika kamu merasa terjebak dalam pola pikir kekurangan atau keterbatasan. 

Biasanya, perasaan ini muncul ketika kamu khawatir tidak akan cukup, baik itu dalam hal uang, waktu, kesempatan, atau bahkan perhatian. Misalnya, kamu merasa bahwa semua peluang yang ada hanya untuk orang lain, atau kamu khawatir kehabisan sesuatu yang penting bagi hidupmu.

Dalam bahasa yang lebih mudah dimengerti, scarcity trauma itu sebenarnya perasaan terus-menerus khawatir atau takut kekurangan dalam hidup. Intinya, kamu merasa seperti segala hal yang penting itu terbatas, dan kamu nggak akan cukup atau nggak akan mendapatkan apa yang kamu butuhkan. 

Ini bisa muncul dari pengalaman pribadi, seperti pernah merasa kekurangan uang saat masih kecil, atau bahkan dari tekanan sosial yang membuat kamu merasa kalau semua orang punya lebih dari kamu.

Dampaknya, kamu jadi sering merasa cemas, overthinking, atau bahkan jadi terlalu berhati-hati dalam membuat keputusan karena takut kehabisan sesuatu. Rasanya selalu ingin “menabung” untuk masa depan, tapi kadang malah membuat kamu terjebak dalam pola pikir negatif dan nggak menikmati hidup. 

Padahal, scarcity trauma ini nggak cuma soal uang, tapi juga bisa tentang waktu, peluang, dan bahkan kebahagiaan yang kamu rasa seolah terbatas.

Baca juga: Sedentary Lifestyle adalah: Ciri, Bahaya, dan Tips Mengatasinya

Penyebab Scarcity Trauma

Pengalaman Masa Kecil dengan Kekurangan

Jika sejak kecil kamu sering menghadapi kekurangan, baik itu dalam hal uang, waktu, atau perhatian, perasaan tersebut bisa terbawa hingga dewasa. Misalnya, jika kamu sering mendengar orang tua atau keluarga membicarakan kesulitan keuangan atau merasa terbebani dengan kebutuhan yang tidak cukup, itu bisa menanamkan pola pikir bahwa segala hal dalam hidup ini terbatas. 

Akibatnya, kamu mungkin selalu merasa cemas tentang masa depan atau khawatir jika kehilangan sesuatu yang dianggap penting. Pola pikir ini sering kali menjadi akar dari trauma yang sulit dihindari.

Perbandingan Sosial di Media Sosial

Di era digital ini, media sosial sering kali membuat kita terjebak dalam perbandingan yang tidak sehat. Melihat orang lain memamerkan pencapaian, gaya hidup mewah, atau liburan yang seru bisa memicu perasaan tidak cukup dalam diri kamu. 

Meskipun yang ditampilkan di media sosial sering kali hanya sisi luar yang sempurna, perasaan bahwa orang lain punya lebih bisa menumbuhkan trauma dalam hidupmu. Kamu mungkin merasa seperti tidak memiliki cukup atau bahkan takut ketinggalan peluang yang seharusnya bisa kamu dapatkan.

Tekanan untuk Selalu Sukses dan Kompetitif

Lingkungan yang sangat kompetitif, baik itu di sekolah, kampus, atau dunia kerja, bisa memperburuk perasaan scarcity trauma. Jika kamu merasa harus selalu lebih baik dari orang lain untuk mendapatkan perhatian atau peluang, rasa cemas ini bisa berkembang menjadi ketakutan akan kehilangan kesempatan. 

Terus-menerus mengejar standar kesuksesan yang tinggi bisa membuat kamu merasa tidak pernah cukup, bahkan jika kamu sudah berusaha keras. Rasa khawatir ini sering kali berakar dari tekanan sosial untuk mencapai tujuan yang besar dalam waktu yang singkat.

Kondisi Ekonomi yang Tidak Stabil

Ketika situasi ekonomi di sekitar kamu tidak stabil, seperti krisis finansial atau peningkatan biaya hidup, perasaan kekurangan bisa muncul. Ini dapat membuat kamu merasa terjebak dalam siklus kekurangan, di mana segala sesuatu terasa sulit dicapai, terutama jika kamu merasa kesulitan untuk memenuhi kebutuhan dasar. 

Ketika kamu berjuang untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari, perasaan tidak aman dan cemas tentang masa depan semakin memperburuk kondisi mentalmu. Dalam kondisi ini, scarcity trauma bisa mengakar dan mempengaruhi cara kamu memandang kehidupan secara keseluruhan.

Baca juga: 5 Cara Mengendalikan Emosi Saat Amarah Memuncak, Bantu Tenangkan Pikiran

Ciri-Ciri Scarcity Trauma

Selalu Merasa Khawatir Tentang Masa Depan

Kamu merasa cemas berlebihan tentang apakah memiliki cukup uang, waktu, atau kesempatan di masa depan, sehingga sulit menikmati saat ini. Ketakutan ini sering muncul tanpa alasan jelas, membuatmu merasa selalu kekurangan meskipun kebutuhanmu sebenarnya sudah tercukupi.

Takut Kehilangan Sesuatu yang Penting

Rasa takut kehilangan uang, kesempatan, atau hubungan membuatmu terlalu berhati-hati dan menghindari perubahan. Kamu merasa segala sesuatu terbatas dan harus dijaga ekstra hati-hati, meski terkadang hal ini justru menghambat perkembanganmu.

Merasakan Stres Berlebihan Saat Harus Membuat Keputusan

Pengambilan keputusan besar terasa menakutkan karena kamu merasa itu adalah kesempatan terakhir. Akibatnya, kamu sering merasa cemas dan terjebak dalam keraguan, takut membuat kesalahan yang bisa merugikan di masa depan.

Terlalu Fokus Pada “Menghemat” atau Menghindari Pengeluaran

Ketakutan akan kekurangan membuatmu cemas untuk mengeluarkan uang, meskipun untuk hal-hal kecil yang bisa membuat hidupmu lebih bahagia. Kamu terus-menerus merasa terbebani dan tidak bisa menikmati hal-hal sederhana.

Menunda untuk Membayar Tagihan Hingga Menit Terakhir

Rasa takut kekurangan uang atau menghadapi kewajiban finansial membuatmu menunda pembayaran hingga menit terakhir. Hal ini justru meningkatkan stres dan menambah beban mental, meski akhirnya tagihan tetap dibayar.

Hoarding atau Menimbun

Kamu merasa perlu menyimpan barang atau uang secara berlebihan karena takut kekurangan. Kebiasaan ini bisa mengganggu keseimbangan hidupmu, membuat ruang terasa sempit, dan menambah beban mental.

Perfeksionisme

Trauma ini bisa muncul dalam bentuk perfeksionisme, di mana kamu merasa harus sempurna agar tidak kehilangan peluang. Hal ini membuatmu takut gagal dan sering kali menghabiskan terlalu banyak waktu mencari kesempurnaan, bukannya menikmati proses atau hasil yang sudah baik.

Baca juga: Waspada! Kenali Buruknya Parasocial Relationship: Bentuk Halu yang Tak Sehat

Cara Mengatasi Scarcity Trauma

Sadari Pola Pikir Kekurangan

Langkah pertama untuk mengatasi trauma ini adalah menyadari bahwa kamu memiliki pola pikir kekurangan. Mulailah memperhatikan kapan kamu merasa cemas tentang kehilangan atau kekurangan sesuatu. Dengan menyadari pola ini, kamu bisa mulai membangun kesadaran bahwa perasaan tersebut tidak selalu mencerminkan kenyataan.

Latih Rasa Syukur

Cobalah untuk fokus pada apa yang kamu miliki daripada apa yang tidak kamu miliki. Melatih rasa syukur secara teratur, seperti menuliskan hal-hal yang kamu syukuri setiap hari, dapat membantu mengalihkan perhatian dari perasaan kurang menjadi lebih menghargai apa yang sudah ada.

Ubah Cara Pengambilan Keputusan

Saat membuat keputusan, cobalah untuk tidak terjebak dalam rasa takut. Ambil napas, pertimbangkan dengan tenang, dan ingat bahwa tidak semua keputusan adalah kesempatan terakhir. Belajarlah untuk mengambil keputusan dengan lebih percaya diri dan bijak, tanpa terlalu terpengaruh oleh ketakutan akan kekurangan.

Bangun Rasa Cukup

Cobalah untuk merasa bahwa kamu sudah cukup dengan apa yang kamu miliki saat ini. Ini bisa dimulai dengan menghargai hal-hal kecil yang ada dalam hidupmu, seperti hubungan baik, kesehatan, atau pencapaian yang sudah kamu raih. Rasa cukup akan membantu kamu mengurangi kecemasan dan ketakutan.

Batasi Perbandingan Sosial

Media sosial sering membuat kita terjebak dalam perbandingan yang tidak sehat. Batasi waktu kamu di media sosial atau pilih konten yang memberi inspirasi daripada yang membuat kamu merasa kurang. Ini akan membantu menjaga keseimbangan mentalmu dan fokus pada perjalananmu sendiri.

Kelola Keuangan dengan Bijak

Buatlah anggaran yang realistis dan tetap disiplin dalam mengelola keuanganmu. Dengan memiliki rencana keuangan yang jelas, kamu akan merasa lebih aman dan mengurangi kecemasan tentang kekurangan uang. Ingatlah bahwa perencanaan adalah kunci untuk menjaga stabilitas keuangan jangka panjang.

Cari Dukungan Emosional

Sumber foto: Pexels

Berbicara dengan teman atau keluarga tentang perasaan dan kekhawatiranmu bisa membantu meringankan beban. Jika perlu, kamu juga bisa mencari bantuan profesional seperti psikolog untuk memahami dan mengatasi trauma ini dengan lebih efektif. Dukungan dari orang lain akan memberi perspektif baru dan rasa lega.

Scarcity trauma mungkin terasa menantang, tetapi dengan memahami penyebab dan cara mengatasinya, kamu bisa mulai merubah pola pikir yang lebih positif dan tenang. 

Jangan biarkan perasaan kekurangan menghantui keseharianmu, karena hidup seharusnya bisa dinikmati dengan rasa cukup dan percaya diri. Semoga tips di artikel ini bisa membantu kamu mengenali dan mengelola trauma tersebut.

Untuk tips lebih lanjut tentang kesehatan mental, karir, hingga lifestyle, kunjungi Girls Beyond Circle. Di sana, kamu akan menemukan beragam artikel inspiratif yang dirancang untuk membantu kamu tumbuh dan berkembang. Yuk, temukan lebih banyak cara untuk menjadi versi terbaik dari dirimu!

Baca juga: Sering Dirasakan Tapi Tak Dikenal: Macam-macam Emosi yang Perlu Kamu Tahu!

Hai, aku Ardellia Rahmadixna, yang nulis artikel ini. Yuk, connect di LinkedIn!

Sumber foto: Pexels

Comments

(0 comments)

user
girl-thinking

Yuk, Jadi yang Pertama Berkomentar!

Bagikan pendapatmu!

Sister Sites Spotlight

article

lifestyle

25 Mar

Minggu Terakhir Ramadan, Saatnya Bukber di Spot Hits Blok M!

article

entertainment 2

30 Mar

Son Ye Jin, Ji Chang Wook, dan Nana Resmi Bintangi Drama ‘Scandals’!

article

parenting mommies

04 Mar

Rahasia Rambut Keren si Kecil: Pomade Water Based yang Wajib Dicoba!

article

infografik

27 Feb

Variasi 100 Posisi Seks untuk Keintiman Suami Istri, Coba Nanti Malam!